Home » » Politisi PPP : Subsidi BBM 70% Dinikmati Kelas Menengah

Politisi PPP : Subsidi BBM 70% Dinikmati Kelas Menengah

Written By C. SUkandi on Jumat, 21 Juni 2013 | 16.17

Rencana kenaikan harga BBM subsidi saat ini masih terdapat pro dan kontra. Di satu sisi, kenaikan BBM subsidi diperlukan untuk menjaga defisit anggaran dan menyehatkan fiskal negara. Namun, di sisi lain kebijakan ini dinilai akan menyengsarakan rakyat kecil.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Romahurmuziy menilai paradigma subsidi yang seharusnya diberikan kepada masyarakat miskin sekarang sudah melenceng. Penyaluran BBM subsidi yang berlangsung selama ini tidak sesuai ketentuan UU 30/2007 Tentang Energi Pasal 7 Ayat 2 yang menegaskan bahwa subsidi disediakan untuk kelompok masyarakat tidak mampu.

Kenyataannya justru subsidi BBM di Indonesia dinikmati lebih 70 persen kelas menengah pemilik mobil pribadi dan sepeda motor bersilinder tinggi.

"Pengurangan subsidi BBM yang disertai kompensasi kepada masyarakat golongan ekonomi terlemah dimaksudkan untuk membenahi subsidi yang salah sasaran itu," ucapnya dalam siaran persnya kepada media, Ahad (09/06).

Dia menyebut, saat ini seperlima dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tersedot untuk subsidi energi yang bersifat konsumtif. Hal tersebut juga membuat ruang gerak belanja negara untuk sektor produktif kemudian menjadi terbatas. Terbatasnya ruang gerak pemerintah membuat Indonesia tidak bisa berkembang.

"Padahal murahnya harga energi karena disubsidi. Kenaikan harga BBM pada akhirnya demi kemaslahatan anak cucu dan juga masa depan ekonomi Indonesia," kata politisi PPP ini.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga setuju harga BBM bersubsidi dinaikan. Dengan begitu, dana subsidi BBM akan bisa dialihkan ke sektor-sektor yang lebih produktif sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dana subsidi bisa dialihkan ke infrastruktur. Kita sama-sama tahu, pelabuhan sudah macet, jalan sudah macet," ucap Ketua Apindo Sofyan Wanandi.

Menurut Sofyan, infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki selain pelabuhan dan jalan untuk melancarkan barang, juga perbaikan infrastruktur listrik, air, irigasi untuk para petani. "Dengan begitu rakyat tetap bisa kerja meski BBM naik," kata dia.

Dia minta pemerintah harus cepat menaikkan harga BBM bersubsidi. Kemudian juga menyiapkan sebagian dana alokasi subsidi untuk masyarakat miskin.

Kepastian kenaikan harga BBM karena sudah ditunggu sejak lama oleh investor. Ketidakpastian akan membuat gerak investor di Indonesia lebih sulit.

"Jika kenaikan BBM tidak segera justru akan memunculkan banyak risiko terutama dari sisi anggaran. Di sisi lain, publik atau investor juga akan menilai pemerintah bermain-main dengan anggaran," jelasnya
Share this article :

Posting Komentar

Jumlah Pengunjung

Flag Counter
 
Support : Creating Website | Cecep Sukandi | Shafarisa
Copyright © 2013. Shafarisa - All Rights Reserved
Template Created by CV-SHAFARISA Published by Cecep Sukandi
Proudly powered by Blogger