Home » » Harga Minyak Naik Didukung Data Manufaktur China

Harga Minyak Naik Didukung Data Manufaktur China

Written By C. SUkandi on Jumat, 14 Desember 2012 | 19.52

New York:Harga minyak naik pada Jumat 14/12 (Sabtu 15/12 pagi WIB), terangkat oleh data positif manufaktur China dan melemahnya dolar AS.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 84 sen dari penutupan Kamis menjadi menetap di 86,73 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Januari melompat 1,24 dolar AS menjadi ditutup pada 109,15 dolar AS per barel di perdagangan London.

"Minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari berakhir hari ini, dengan 'book squaring' terakhir mungkin memberikan sesuatu terhadap kekuatan pasar yang lebih luas," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Secara lebih umum dukungan pada harga minyak mentah adalah laporan lebih baik dari yang diantisipasi pada aktivitas manufaktur di China, yang mendorong ekspektasi pasar tentang permintaan di negara konsumen energi terbesar di dunia itu.

"Kami melihat laporan bahwa manufaktur berkembang pada kecepatan yang lebih cepat daripada yang diperkirakan, dan perbaikan dalam perekonomian China diterjemahkan ke dalam permintaan minyak yang lebih banyak di negera itu," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

Indeks pembelian manajer (PMI) Bank HSBC Inggris yang diawasi ketat pada aktivitas manufaktur China naik menjadi 50,9 pada Desember, 0,1 poin di atas perkiraan pasar. Sebuah angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor ini.

Ini adalah pertumbuhan kedua bulan berturut-turut setelah setahun kontraksi, memberikan tanda lebih lanjut raksasa ekonomi itu berbalik naik (rebound) dari perlambatan.

Sementara itu, kekhawatiran pasar tentang berlanjutnya kebuntuan politik di Amerika Serikat untuk mencegah kenaikan pajak otomatis dan pemotongan pengeluaran pada Januari, terus menekan dolar.

Melemahnya mata uang AS cenderung mendorong permintaan untuk komoditas yang dihargakan dalam dolar. Para ekonom mengatakan, ekonomi AS kemungkinan akan terperosok ke dalam resesi jika tidak bisa menghindari "jurang fiskal"
Share this article :

Posting Komentar

Jumlah Pengunjung

17844
Flag Counter

how to make a gif
 
Support : Creating Website | Cecep Sukandi | Shafarisa
Copyright © 2013. Shafarisa - All Rights Reserved
Template Created by CV-SHAFARISA Published by Cecep Sukandi
Proudly powered by Blogger